Tampilkan postingan dengan label My FanFic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My FanFic. Tampilkan semua postingan

I'm Sorry U'r Not My Future

Kyaaaaaaa, chibi buat ff lagi ^^, padahal yang kemaren aja belum selesai gomen ne minna, yang ending itu gag bisa jum’at gomen yah ru mw lanjutin al.a >,<, hehe, tapi ini aku selesaikan sebelum UN, tapi ngepostnya baru sekarang, hehehe….moga suki yah n kalau jelek gomen >,<>,<>,< class="”fullpost”">

_****_

Hay, namaku Sakura Imonoyama, saat ini aku sekolah di Seishun Gakuen, dan ini adalah awal tahun ajaran baruku, aku sudah siap untuk menjalani kehidupanku sebagai murid kelas 3.
“hey, kura-kura” teriak seseorang memanggilku, haafh itu pasti ‘dia’ karena tak ada orang lain yang memanggiku itu selain ‘dia’.
“haaafh,haafh,, ish, kau ini kan sudah ku bilang tungguin aku di depan rumahmu.” Katanya terengah-engah mengacak-acak rambutku. Aku hanya tersenyum padanya “hehe, gomen, lagian kasihan kamu yang rumahnya jauh harus menjemputku.”
“haafh dasar kau ini, ya sudah yuk kita ke Aula, sekaligus nunggu Sayuri di sana” ajaknya lalu merangkulku.
-Dia ini adalah Inoo Kei, hehe dia adalah pacarku, aku baru 2 tahun berpacaran dengannya, saat dia menyatakan perasaannya padaku saat kelulusan SMP, aku senang sekali memilikinya, yang benar-benar perhatian dan baik padaku, bukan hanya padaku tapi pada setiap orang dia selalu bersikap ramah, tapi hanya padaku dia memberikan kebaikan yang tak dia berikan kepada orang lain ^^.-
Sesampainya kami di Aula, ternyata Sayuri-chan sudah menunggu kami duluan.
“dduhhh, kalian berdua lama sekali sih, sejak tadi aku sudah menunggu kalian tau nggak” katanya kesal memonyongkan mulutnya itu.
“hehehe, gomen deh” balas Inoo mencubit pipinya itu. Dia adalah Midorikawa Sayuri. Biasanya aku dan Inoo memanggilnya Sayuri atau Ri-chan. Ia adalah sahabatnya Inoo sejak kecil, dan aku bersahabat dengannya sejak SMP, aku senang melihat jika mereka berdua bertingkah seperti ini, lucu sekali selalu dapat membuatku tertawa dengan tingkah mereka yang menggelikan itu ^^.
“kau, kenapa Sa-chan?? Kenapa senyum-senyum sendiri??” Tanya Ri-chan padaku yang kedua tangannya masih mencubit pipi Inoo.
“hehehe, iie desu, kalian lucu aja gitu, tingkah kalian selalu membuatku tertawa, kalian berdua memang cocok sekali yah.”
“eeehh?? Hahaha, iya dong kita berdua kan best friend.” Kata Inoo menambahkan.
Tapi entah aku yang salah lihat atau bukan, saat Inoo mengatakan itu, wajah Sayuri terlihat sedih dan senyumnya pun terlihat di paksakan.
_~~~~~~_
Selesai upacara penerimaan murid baru, kami semua berjalan menuju kelas, dan nggak di sangka kami bertiga sekelas lagi, haah aku senang sekali selama 3 tahun selalu bareng bertiga, hehe mungkin ini sudah takdir Tuhan.
Aku menjalani kehidupanku seperti biasa, tak ada yang istimewa hingga sebelum aku mngetahui kenyataan itu. Suatu ketika aku tak sengaja mendengar percakapan antara Okasan dan Otosan, dan itu sesuatu di luar dugaanku, mereka membicarakan bahwa aku bukanlah anak kandung mereka, aku sungguh tak kuasa mendengar dan jika harus menerima kenyataan ini. Padahal aku sangat senang mempunyai seorang ayah seperti dia, dan ibu yang sangat sayang padaku. Aku tak tau bagaimana jika nanti aku harus meninggalkan mereka jika aku menemukan orangtua asliku.
Aku terus memikirkan masalah ini, sampai sekarang fikiranku hanya selalu memikirkannya.
“hey, kura-kura, akhir-akhir ini kau aneh sekali.” Tanya Inoo-chan padaku yang asyik menguyah onigirinya itu.
“duuh, kau ini jorok sekali sih, masa masih mengunyah malah ngomong, tuh lihat serpihan onigirinya pada jatuh.” Tegur Sayuri mengerutkan keningnya.
“yeeeh, biarin aja, nih, nyam nyam nyam” balas Inoo yang sangat senang membuat Sayuri kesal. Aku tertawa melihat tingkah mereka berdua itu.
“nah gitu dong, jadi manis kan kalau tertawa gini ^^” kata Sayuri mengedipkan matanya padaku. Yah sepertinya mereka berdua sengaja melakukannya agar aku tertawa, mungkin karena tingkahku yang aneh ini.
“demo, sebenarnya apa yang kau fikirkan hingga salalu melamun di kelas?? Seperti bukan kau saja.” Tanya Inoo.
“hmm.” Mataku melihat ke segala arah. “hahaha nggak kok nggak ada, Cuma memikirkan apa kita bisa bersama seperti ini tuk selamanya??” jawabku padahal bukan itu yang ku fikirkan, hanya saja aku tak ingin membuat mereka memikirkannya juga. Cukup aku saja yang memikirkannya.
“oowh, tapi kenapa sampai segitunya kau memikirkannya?? Dan masalah itu aku yakin kita pasti bisa berdua tuk selamanya kura-kura. Tapi tinggal Ri-chan saja, apa nanti dia di bolehkan oleh suaminya kelak?? Hehe” balas Inoo di ikuti tawa candanya itu.
Aku tersenyum mendengarnya dan melihat ke arah Ri-chan dan ia seperti memikirkan sesuatu lalu menatap Inoo dalam-dalam lalu tersenyum, walaupun Inoo tak menyadarinya, tapi aku melihatnya, dan selama ini Ri-chan selalu melihat Inoo dan tersenyum , aku baru menyadarinya bahwa Sayuri juga menyukai Inoo, wajar saja jika itu terjadi, gadis manapun jikalau sejak kecil bersabat dengan lawan jenisnya pasti akan mempunyai perasaan itu yah perasaan “suka” , bukan hanya gadis saja, tapi cowok juga, kemungkinan memiliki perasaan itu pasti ada, karena selalu bersama dan tak ingin jika posisi satu sama lain tergantikan.
-aku selalu mamikirkan , memikirkannya apa kau tau?? Sakit sekali mengetahuinya, terkoyak, teriris bagaikan jari teriris pisau walaupun lukanya hanya kecil tapi perihnya sangat besar walaupun darahnya telah hilang tapi masih saja terasa perih-
Kenapa akhir-akhir ini aku sering cepat lelah yah?? Dan merasa tubuhku lunglai begini??! Sepertinya aku tak punya penyakit, tapi kenapa sering cepat lelah?? Haafh apa mungkin karena memikirkan masalah itu? Jadi pikiranku terhubung dengan tubuhku??.
“tadaima” salamku memasuki rumah, lalu segera melepas sepatuku,.
“okaeri” jawab okasan yang menyambutku dengan hangat di depan ku. Saat aku berdiri, aku melihat ekspresi okasan terlihat kaget “sakura apa wajahmu terkena sesuatu??”
“iie”
“apa kau ghabis kejeduk??” tanyanya lagi yang memegang wajahku. Aku hanya menggeleng.
“itta, hidungmu mengeluarkan darah.” Katanya lalu segera masuk kedalam untuk mengambilkanku tisu.
“darah??” gumamku. Lalu aku mengusap bagian bawah hidungku dengan telunjuk kanan ku. Benar hidungku mengeluarkan darah, dan tiba-tiba kepalaku menjadi pusing dan pamandanganku, cahayanya makin lama makin redup.
_~~~~~_
Dimana ini?? oh dikamarku. Kenapa bisa aku berada disini?? Oh, tadi setelah aku melihat darahku, tubuhku langsung lunglai dan sepertinya tadi aku pingsan, aah lebih baik aku Tanya okasan saja.
Aku menuruni kasurku, dan berjalan menuju pintu kamarku, saat aku memegang ganggang pintu, tapi tanpa sengaja aku mendengar percakapan antara okasan dengan seseorang.
“jadi apa benar tidak ada yang dapat di lakukan dokter?? Tanya okasan, yang sedang berbicara dengan dokter, dan sepertinya dokter tadi habis memeriksaku.
Apa?? Siapa yang sakit???
“yah, tidak ada, penyakit yang di deritanya sudah sangat parah, seharusnya ia menyadari saat gejala itu muncul, kenapa tidak di periksa dari dulu??”
“saya sebagai ibunya tak tau apa-apa mengenai ini, dokter. Dia tak pernah mengatakannya kepada kami orangtuanya.
“sepertinya anak ibu juga tak mengetahuinya, karena biasanya orang yang menderita penyakit leukimia, baru menyadarinya saat penyakitnya sudah parah.
Apa?? Leukimia?? Aku?? Kenapa bisa??
Aku tak kuasa, kurasakan tubuhku serta kakiku gemetar, aku terduduk kakiku tak dapat menahan tubuhku yang gemetar ini. dan kurasakan pula air mataku yang mengalir di pipku, kenapa Tuhan?? Kenapa aku dihadapi dengan cobaan ini?? setelah aku mengetahui bahwa aku bukanlah anak kandung mereka, dan sekarang aku harus menerima kenyataan tentang penyakitku ini??
Saat kudengar ganggang pintu di pegang oleh okasan, aku bergegas kembali kekasurku dan mengusap air mataku. Kulihat okasan memasuki kamarku dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sedih itu. Dan ia menuju ke arahku, aku tersenyum sebisaku walaupun air mataku ini sudah sangat ingin keluar, tapi aku berusaha untuk menahannya. Okasan langsung memelukku dengan hangat dan ia menangis, akupun juga menangis tak kuasa membendung air mataku.
“sakura, okasan sayang sakura” suara yang terdengar ter isak-isak itu. Kalimat yang sangat bermakna bagiku.
“iya, sakura juga sangaaaaaaatttt sayang okasan.”
_~~~~~_
“okasan, otosan, aku sudah mendengar bahwa aku menderita penyakit leukemia, aku punya pertanyaan lagi untuk okasan dan otosan.” Tanyaku yang kami semua sedang berada di ruang keluarga, melakukan aktivitas biasa.
Mereka berdua menoleh ke arahku, dan tersenyum menganggukkan, pertanyaanku.
“siapa orangtua asliku??” tanyaku tanpa ekspresi.
Mereka berdua saling pandang dan terlihat di wajah okasan tak ingin menjawab pertanyaanku, tapi otosan dengan tegas menjawabnya.
“gomen, ayah tidak tau.” Ku lihat ibu hanya menangis mendengarnya, aku yakin mereka bertanya-tanya kenapa aku bisa mengetahuinya, tapi mereka tak menanyakan itu.
“lalu kenapa aku dapat bersama kalian??” tanyaku yang air mataku tiba-tiba keluar.
Otosan hanya menghela nafasnya, otosan memang tegas dan bijak sana, aku senang dia menjadi ayahku walaupun kutau dia bukan ayah kandungku.
“dulu, saat ibumu harus melahirkan, dokter mengatakan harus ada yang di selamatkan, dan ayah pinta pada dokter agar Ibunya yang di selamatkan karena kalau anak mungkin suatu saat nanti akan di beri oleh Tuhan, tapi ayah tak bisa menerima jika Ibumu harus pergi meninggalkan ayah, dan saat ingin pulang, tiba-tiba ada seorang perempuan membawakan bayi kepada kami, ia mengatakan ingin menitipkan anaknya pada kami, karena ia mengatakan bahwa keluarga mereka tak sanggup membiayaimu. Hingga kami berdua menyetujuinya karena Ibumu yang sangat menginginkan anak.” Jelas otosan panjang.
“h-hiks, okasan otosan, aku senang bersama kalian, aku sayang kalian.” Kataku ter isak-isak lalu menuju kearah mereka dan memeluknya, sebenarnya aku tak ingin kehangatan ini hilang. Tapi dengan penyakit yang kuderita apa mungkin aku akan merasakannya selamanya??.
-sesuatu yang sangat tak di inginkan, kenapa harus terjadi?? Semuanya Tuhanlah yang mengatur.-
Pantas saja aku selalu lelah, ternyata penyakit ini yang memperburuk kesehatanku. Haafh, apa yang harus kulakukan?? Dan apa yang akan ku katakan pada mereka?? Bagaimana jika nanti mereka menyadari penyakitku ini?? apa yang harus kulakukan. Tuhan beri hambamu ini petunjuk dari ini semua.
Sepulang sekolah, aku tak bersama mereka aku sengaja, karena aku ingin memeriksa kesehatanku, aku tak ingin mereka berdua tau penyakitku ini. aku pun berjalan sendirian menuju Rumah Sakit, tempat dokter yang pernah memeriksaku beberapa hari yang lalu. Saat selesai check-up, di perjalanan pulang aku melihat seorang Ibu yang kesusahan membawa barangnya, banyak sekali yang dia bawa. Aku menghampirinya berniat menolongnya.
“ehm sumimasen, apa saya bisa membantu bu??”
“oh, tak usah nak, kasihan nanti kau kerepotan.” Jawabnya tersenyum lembut kepadaku, entah kenapa melihat senyum itu, mengingatkanku kepada seseorang.
“ah, tak apa kok bu, aku tak merasa kerepotan, justru ibu yang terlihat kerepotan dengan barang yang ibu bawa, biarkan aku membantu ibu yah.” Jawabku membalas senyumnya.
“oh, begitu, arigatou sudah mau membantu ibu.” Balasnya lalu ku ambil beberapa bungkusan dari tangannya dan kubawa barang ibu itu hingga di rumahnya, aku menemaninya sepanjang jalan, berbincang dengannya, yah aku merasakan sesuatu yang tak biasa, seperti aku sudah lama bertemu dengannya. Sesampainya di rumah ibu itu, hebat rumahnya sangat megah tapi ia berpakaian biasa saja, dan saat ku lihat papan nama keluarganya “Inoo” hagh?? Inoo?? Apa ini rumah Inoo kei?? Ah, tapi sepertinya bukan apa dia pindah rumah?, lagian kan banyak marga Inoo di Jepang. Aku dipersilahkan memasuki rumahnya, dan ia membuatkanku minum.
“haafh, berkatmu ibu merasa terbantu sekali, maaf yah, jika rumahnya berantakan, karena baru saja ibu balik ke Jepang lagi.”
“hehe, daijoubu, balik ke Jepang?? Maksudnya, ibu dulu tinggal di luar negeri??’’
“yah, begitulah, 4 tahun yang lalu, Ibu harus menemani suami ke HongKong untuk menjalani tugas di sana. Hingga meninggalkan anak Ibu di sini, karena tak mungkin mengajaknya saat ia sedang ujian kenaikan kelas.”
“oh, begitu, ibu punya anak?? Namanya siapa??”
“iya, dia seumuran denganmu dan wajahmu sangat mirip denganmu, namanya….”
“tadaima” kudengar sapaan seorang laki-laki yang memasuki rumah ini.
“ah tuh dia datang Ibu kedepan dulu iya.”
Hmm, spertinya suara anak ibu itu tak asing di telingaku, siapa yah??
“ini dia, anak ibu.” Kata Ibu itu mengagetkanku saat aku mengingat-ingat suara anaknya yang mirip dengan seseorang dan ternyata saat aku menolehkan wajahku, benar Inoo, itu suaranya Inoo, jadi benar anak ini adalah anaknya dan papan nama di depan bukan marga orang lain, melainkan marga keluarga Inoo. Betapa kagetnya aku dan dia, saat kami saling pandang satu sama lain. Dia menyebut namaku dan akupun juga menyebut namanya. Lalu beberapa saat kemudian kami berbincang seperti biasa. Ibunya malah tersenyum melihat kami berdua.
“jika dilihat kalian berdua ini kembar yah.”
Hagh?? Kembar?? Kami berpandangan, iya sih setiap yang bertemu dengan kami berdua pasti selalu mengatakan kami kembar. Haafh tapi kami sudah biasa, dan setauku jodoh itu wajahnya kembar tak jauh beda, dan mungkin kami berdua adalah jodoh.
“haha, itu sudah biasa okasan, banyak yang mengatakann itu.”
“ooh, begitu, jadi kalian sejak kapan berpacaran?? Kei kenapa kau tak pernah memberitahu Ibu??”
“aah, okasan kan di sana sibuk, yah aku tak mau menganggu,. Lagian kan nggak penting toh, sekarang okasan mengetahuinya kan?” jawab Inoo malu, baru kali ini aku melihat wajahnya yang seperti itu. Ada satu sisi lagi yang kulihat dari dirinya.
“hmm, ya sudah, kalau begitu, Imonoyama-san, makan malam di sini saja yah.” Ajak Ibunya.
“hmm, nggak usah, bu aku makan di rumah saja. Orangtuaku sedang menungguku disana^^” jawabku menolak dengan lembut padanya.
_~~~~~_
“haafh, gomen yah Ibuku memang seperti itu.” Kata Inoo yang mengantarku pulang.
“haha, nggak apa kok, aku senang berkenalan dengannya, demo kau tak pernah memberitahuku bahwa orang tuamu di Hongkong, pantas saja aku kaget begitu melihat papan Marga di depan rumahmu tadi. Ku kira kau bakal tinggal di rumah Ri-chan, terus.”
“hehe, gomen, habisnya aku malas menceritakan ini kepadamu.”
Dia menemaniku hingga sampai di rumahku, dia berpamitan pulang padaku lalu melambaikan tangannya padaku dari jauh lalu berteriak dia menyukaiku, duuh apaan sih Inoo dasar, bikin aku malu saja dengan ucapannya.aku masuk kedalam rumah, dan mendapati wajah Ibuku yang terlihat syok itu, kudekati dirinya dan kubertanya apa yang terjadi padanya?? Tapi okasan tak menjawab dia hanya menggeleng, lalu menatapku dalam-dalam, dan matanya berkaca-kaca, air matanya mengalir di pipinya lalu memelukku dengan kuat, seperti tak menginginkanku pergi, apa sebenarnya yang terjadi, tapi okasan tetap tak memberitahuku, dia justru akan mengatakannya jika ayah sudah pulang nanti. Huufh aku penasaran apa yang membuat Ibu seperti ini?? aku berendam di kamar mandiku, aku memikirkannya, hingga ada panggilan di ponselku tapi aku tak menghiraukannya. Selesai berendam ternyata yang menelpon adalah Sayuri, kenapa?? Aku menelponnya lalu ternyata dia hanya memberitakan tentang boyband yang saat ini terkenal di Asia dan aku sangat suka pada mereka, aku termasuk penggemarnya,yah Arashi. Padahal Cuma tampil di salah satu acara di stasiun televisi, tapi aku senang dia mengingatkannya padaku, tapi sayang karena ada yang kufikirkan hingga aku tak menontonnya. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ayah masih belum datang, aku takut jika ayah nanti lembur, karena itu akan membuatku penasaran lagi, kemudian setengah jam lagi ku menunggu hingga akhirnya Ayah datang juga, tapi aku harus menungunya lagi hingga ayah selesai mandi dan berbenah diri. Kemudian kami berkumpul di ruangan keluarga, aku sudah tak sabar mendengarnya, sepertinya yang ingin okasan ceritakan berhubungan denganku. Dan ternyata benar berhubungan denganku, terlebih lagi aku tak ingin mengetahuinya, aku tak ingin itu, okasan bercerita bahwa orangtuaku yang asli menginginkanku kembali kepada mereka, aku nggak mau, aku berkata pada mereka aku nggak mau dan nggak menerimanya, kenapa mesti sekarang?? Padahal dulu mereka memberikanku kepada Ayah, tapi kenapa mereka sekarang menginginkanku lagi?? Apa mungkin mereka sudah dapat membiayai hidupku?? Jika karena itu, aku nggak mau, bukan karena aku hidup enak bersama dengan mereka melainkan kasih sayang mereka selama 17 tahun merawatku dengan lembut, dengan cinta yang hangat, tapi jika harus pergi meninggalkan mereka aku nggak terima. Aku nggak menerima ini semua, tapi okasan memberikan penjelasan kepadaku dengan lembut sembari memelukku dengan kehangatan seorang ibu.
_~~~~~_
Hari ini aku tak bersemangat di sekolah, hingga aku memutuskan untuk beristirahat di UKS, karena juga penyakitku kambuh lagi, lelah sekali haafh, sesekali Inoo dan Sayuri menjengukku, mereka bertanya ada apa denganku?? Akhir-akhir ini aku bersikap aneh dan menjauhi mereka, tapi mereka tak memaksaku untuk menjawabnya karena kelemasanku ini.
“huuuufh, sebenarnya kau kenapa kura-chan??” Tanya tersenyum lembut padaku, aku hanya membalasnya dengan senyumanku.
“hmm, ya sudah tak usah di paksa, oh iya aku punya berita baik nih.” Katanya menggebu.
“nani??”
“hari ini aku akan bertemu dengan adikku yang sejak kecil tak pernah ku lihat.” Jawabnya senang.
“wah, bagus dong. Kapan kau akan bertemu dengannya??”
“hmm, nanti malam tepat pukul 8, apa kau mau ikut??” tanyanya menggenggam kedua tanganku.
Aku tersenyum menolak dengan menggeleng padanya, karena kebetulan aku juga punya acara malam ini, padahal aku juga ingin bertemu dengan adiknya itu, siapa tau aku dapat dekat dengannya ^^.
-sepertinya aku harus selalu riang, agar tak ada yang khawatir padaku, haafh gara-gara penyakit, aku jadi terganggu-
“tadaima” salamku memasuki rumah seperti biasanya.
“okaeri” jawab okasan seperti biasa dengan lembut, entah apa jadinya nanti jika aku harus meninggalkan keseharian yang tenang seperti ini.
“oh, kau sudah pulang, apa kau siap malam ini??” Tanya okasan tersenyum padaku.
Walaupun sebenarnya aku tak siap tapi aku tak dapat lari dari takdir ini “ha’i,” jawabkumembalas senyum okasan, lalu aku kekamarku dan beristirahat sebentar hingga waktu nanti malam. Hmm, nyenyak sekali aku tidur, tanpa terasa sudah pukul 7, aku pun bergegas bersiap untuk satu jam lagi, berbenah diri, lalu aku turun keruang tamu, dan ternyata mereka semua sudah berkumpul, tanpa kuduga ternyata mereka.
“Inoo” kataku pelan saking kagetnya melihat dia yang duduk dengan ekspresi seperti tak percaya itu. Dia menoleh, benar wajahnya seperti tak menerima sesuatu, terasa hampa. Aku mendekati mereka duduk tepat di samping okasan. Melihat ibunya yang tersenyum bahagia padaku, yah Ibunya Inoo yang mengenalku terlihat senang sekali.
“ternyata, kau anakku setelah 17 tahun tak melihatmu, Ibu sangat senang.” Katanya dengan mata berkaca-kaca karena bahagia itu, yah aku dapat memahami perasaannya walaupun aku tak menerima ini, tapi apa yang dapat kulakukan lagi, aku hanya dapat menerima takdir mereka adalah keluargaku, termasuk Inoo yang notabenenya adalah pacarku ternyata dia adalaj saudara kembarku, kami sedarah.
“okasan, otosan, Kei nggak menerima ini semua.” Tiba-tiba Inoo-chan mengagetkan kami semua, dia berdiri sembari menentang hubungan ini, dia ingin menentang takdir aku adalah kembarannya, wajar saja karena aku adalah pacarnya akupun demikian sangat ingin menentangnya, tapi aku tak dapat menentang takdir seperti ini, Tuhan sudah merencanakan ini semua hambanya hanay dapat menerima dan menjalaninya saja.
“Inoo-chan, kau nggak boleh bersikap begitu pada orangtuamu.” Kataku lembut menenangkannya.
Dia memegang bahuku dengan erat lalu “sakura, apa kau menerima ini semua?? Bukankah kau menyukaiku?? Lalu bagaimana dengan hubungan kita selama ini??” tanyanya dengan mata yang ingin menangis itu.
Aku tersenyum lembut padanya, “niichan, aku tak dapat menentangnya, melawan takdir tak dapat kulakukan, Tuhan seudah mengatur ini semua terjadi, kita hanya bisa menerimanya.”
“kau sudah memanggilku niichan??” dia melepas genggamannya itu.
“un, walaupun kita kembar tapi kau tetap kakaku.” Jawabku tersenyum padanya.
Wajahnya mengatakan bahwa dia tak menerima ini semua, ia lalu pergi meninggalkan kami menghempas pintu. Dia sanagt tak menerima kenyataan ini, orangtuanya meminta maaf atas kejadiaan ini, dan semua yang ada di sini bertanya padaku apa aku dapat menerima ini atau tidak, dan mengenai hubunganku dengan Inoo apa aku dapat memutuskannya atau tidak, yah kujawab iya aku menerimanya dan akan memutuskan hubunganku dengannya, karena ini adalah hubungan sedarah yang Tuhan tak menerima ini. mereka memelukku, yah terasa hangat sekali pelukan mereka berbeda dengan pelukan orangtuaku yang biasanya, pelukan mereka memang hangat tapi tak sehangat kelembutan orangtua asliku, mungkin ini rasanya di peluk oleh orangtua asli disbanding dengan orangtua yang tak memiliki hubungan darah denganku. Aku senang dapat bertemu mereka, air mataku keluar membasahi pipiku, senang sekaligus sedih menerima kenyataan ini. untung saja mereka tetap mebiarkanku hidup dengan keluarga angkatku. Mungkin sampai aku meninggalkan dunia ini aku akan tetap tinggal bersama mereka mengingat penyakitku yang semakin parah, aku tau hidupku tak lama lagi di dunia ini. aku meminta kepada orangtua asliku agar mereka tak memberitahukan tentang ini kepada Inoo, biarkan saja semua mengalir seperti air, berhembus layaknya angin berjalan terarah lembut layaknya awan.
-jikalau kau melihat bintang di malam hari dan sekejap menutup matamu di sertai angin yang berhembus menusuk tubuhmu dan menyapu rambutmu. Kau akan terlelap di dalam khayalanmu merasakan bahwa aku disitu menemanimu. Sambil merasakan sentuhan lembut dari tanganku yang menggenggam tanganmu, kau merasa aman dan nyaman. Lalu bersandar di bahuku yang memberimu ketenangan, tapi setelah kau buka matamu, kau hanya bisa melepaskan air matamu yang mengalir tak berdosa. Kesedihan pun menyelimuti hatimu yang kelam.-
Hari ini seperti biasa aku menjalani kehidapan sekolah yang begini saja, hubunganku dengan Inoo seperti tak terjadi apa-apa, dia malah bersikap biasa padaku, tapi aku selalu merasa tak enak karena dia adalah kakakku, tapi perhatiannya masih saja manganggap aku ini pacarnya padahal dia tahu bahwa aku adalah adik kembarnya, yah aku memang belum mengatakan hubungan ini akan putus, tapi akan segera kukatakan jika istirahat tiba. Aku mengajaknya serta Sayuri ketempat favorit kita bertiga, dengan kemantapan yang sejak tadi malam menganggu fikiranku, menarik nafas dalam-dalam.
“aku ingin mengatakan tentang hubungan kita Inoo-chan.” Dia terdiam sepertinya dia tau apa yang akan kuakatakan padanya, aku melihat Sayuri yang terlihat heran dengan kalimatku. Aku tersenyum lalu
“niichan, kita putus yah.” Kataku tersenyum lebut padanya. Wajahnya terlihat kesal, dia tak menerimanya.
“apa?? Niichan?? Apa kau tak salah berucap Sa-chan??” Tanya Sayuri kaget mendekatiku “lalu?? Putus apa maksudmu??”
Aku merangkulnya, “yah, kau tak salah dengar dan aku tak salah berucap kok Ri-chan^^. Dan bukankah kau menyukai niichan??” aku menolehkan wajahku padanya. Dia melepas rangkulanku, wajahnya kaget begitu juga dengan Inoo yang sejak tadi diam memikirkan sesuatu.
“apa?? Haha, kau tak salah?? Kau membuatku bingung Sakura, niichan?? Inoo adalah kakakkmu?? Lalu aku menyukainya?? Apa maksud dengan semua kalimatmu itu?? Kau jangan membuatku bingung.” Tanyanya bertubi-tubi tak percaya itu. Aku hanya tersenyum lalu berjalan menuju Inoo, memegang lengannya “yah, Inoo-chan adalah niichanku, dia kembaranku, ceritanya panjang, dan ………………..” akupun mencritakan semuanya kepada Sayuri, dia menatapku tak percaya.
“dan bukankah kau juga menyukai Inoo-chan, sayuri??”
Inoo menoleh padaku dan “apa benar itu sayuri??”
Sayuri tak dapat berkata apa-apa, dia hanya mengangguk. Lalu aku mendekatkan mereka berdua,
“niichan, sayuri, kalian bersama yah, aku tau ini terlalu cepat, tapi aku yakin kalian dapt bersama kok untuk selamanya dan itu juga yang ku inginkan, karena mustahil jika ka uterus menjalani hubungan ku denagn niichan.”
Inoo melepas genggamanku yang mendekatkan tangannya ke tangan Sayuri, “niichan, niichan, niichan, aku tak suka kau memanggilku seperti itu.” Ia berteriak padaku.
“niichan, kau adalah kakakku, aku harus soapan dan itu juga yang diajarkan oleh ibuku.”
“stop, hentikan memanggilku itu, aku menyukaimu, hanay kau dihatiku, tempatmu tak dapat di tempati orang lain.” Balasnya dengan suara keras padaku, baru kali ini aku melihatnya seperti ini, sikapnya yang lembut, baik tak dapat kulihat hari ini.
“tidak,tidak,tidak, Sakura tetap akan memanggilmu niichan, kau kakakku, kita kembar.” Jawabku tersenyum manis padanya.
-seberapapun aku menyukaimu, kau takkan pernah mengerti, mungkin inilah takdir kita yang tak akan pernah bisa bersama. Aku takkan pernah bisa melupakanmu karena aku tau kau sangat berarti bagiku, walau nanti aku jauh pergi meninggalkan dirimu, kau tak kan mampu mengejarku dengan kemampuanmu. Aku tau ini mustahil namun kucoba tetap bertahan, bertahan hingga air mataku mengalir. Untukmu kau segala-galanya bagiku. Untukmu aku mohon biarkanku mencintaimu, walau nanti aku harus pergi meninggalkan dirimu tuk selamanya-
Kulihat dia mengepal tangannya seakan tak menerima itu, pergi, dia pergi meninggalkanku dengan Sayuri yang sejak tadi terdiam tak percaya. Aku mendekatinya, kupeluk dia lalu berkata “sayuri mau kan kau menjaganya demi aku dan perasaanmu sendiri??”
Dia menatapku sedih “tapi, apa aku bisa menempati tempatmu??”
“tidak, kau tak dapat menempati tempatku, tapi aku yakin di setiap tempat di hatinya akan dapat kau tempati, tapi tidak di tempatku, karena aku yakin banyak tempat di hatinya yang dapat kau isi ^^.” Kujawab dengan tegas pertanyaannya. Dia tersenyum, lalu denagn lembut memelukku. Aku tersenyum sangat senang melihat senyum darinya, hingga tak kusadaari bahwa penyakitku kambuh lagi, lalu aku pingsan dipelukkannya.
Saat aku tersadar ternyata aku berada di UKS sekolah, kulihat Sayuri tersenyum ketika aku siuman.
“kau, apa kau sakit Sa-chan??”
“iie, Cuma agak sedikit lelah saja.” Aku tak ingin ia tau akan penyakitku ini.
“ooh, begitu.”
_~~~~_
“hey, Sayuri, kenapa ia lama sekali??”
“hmm, iya yah, kalau begitu sebaiknya kususul dia.”
“sensei, apa aku dapat ke toilet sebentar.”
“silahkan.”
“hmm, kenapa Sakura lama sekali yah??”(memasuki toilet)
“are??? Sakura??(memeluk sakura yang terduduk dengan banyak darah yang keluar dari hidungnya), kau kenapa begini?? Apa yang terjadi??”
“aku baik-baik saja kok, tolong jangan kasih tau hal ini padanya yah” aku tersenyum padanya lalu kusadari aku pingsan lagi. Kutersadar dan terlihat kekesalan di wajah Sayuri.
“kenapa kau tak pernah mengatakan kalau kau mempunyai penyakit parah Sakura??”
“hehe, aku hanya tak ingin melihat kalian sedih ^^”
“tapi, kita bakal sedih lagi jika mengetahui penyakitmu belakangan.”
“duuh, nggak usah diperpanjang lagi yah, oh iya tolong jangan beritahukan tentang ini pada dia yah”
“bagaimana bisa kau ingin merahasiakan ini pada kakakkmu sendiri??”
“hehe, seperti tadi , aku tak ingin melihatnya sedih dan memikirkanku, aku takut kesedihannya nanti justru berlebihan padaku.”
“haaafh, sebaiknya sepulang sekolah kau harus kerumah sakit Sakura”
“un, o.k deh” aku mengangguk dan jari kananku membentuk tanda o.k
“tapi aku yang harus menemanimu.”
“eeeh, jangan nanti niichan curiga.”
“kalau terjadi apa-apa denganmu bagaimana??”
“haha, nggak kok tenang saja, nggak akan terjadi apa-apa padaku^^.”
-cinta sejati mendengarkan apa yang tidak di katakan, melainkan apa yang tidak di jelaskan sebab cinta tidak datang dari bibir, lidah ataapun pikiran melainkan dari hati yang tulus mengatakannya.-
Sudah seminggu ini penyakitku makin parah, dan sekarang sudah 3 hari aku berdiam di rumah sakit menjalani rawat inap, aku masih merahasiakan tentang inipada Inoo, ditambah hubunganku dengannya masih belum baik, walaupun Sayuri menanyakan alasan apa yang harus ia katakana pada Inoo jika dia menanyakannya. Yah kubilang saja bahwa aku sedang ada urusan di Osaka. Aku tak ingin dia mengetahuinya, tak ingin dia cemas. Hingga pada akhirnya waktuku harus meninggalkan dunia ini tinggal beberapa jam, diapun tau penyakitku, entah bagaimana dia mengetahuinya, seperti yang telah kuduga, dia marah besar dan kekhawatiran yang berlebihan untukku. Yah kulihat dimatanya masih menyayangiku, dan tak ingin aku pergi dari sisinya.
“niichan, jangan nangis dong, masa’ cowok nangis sih?? Nggak malu dengan semuanya yang ada di sini??” tanyaku dengan senyum di balik wajahku yang pucat.
“h-h, kenapa kau merahasiakan ini semua dariku?? Hanya aku yang baru mengetahuinya di saat kondisimu sekarat seperti ini,”
“hehe, sudahlah niichan, senyum dong untukku, aku sangat suka dengan senyum niichan yang terlihat lembut itu ^^.”
Dia tersenyum walaupun kutahu dia tak dapat tersenyum seperti biasanya kepadaku. Aku menoleh kepada Sayuri yang berdiri disamping kananku, meminta tangannya berada di atas telapak tanganku, lalu kudekatkan tangannya pada tangan Inoo yang mengenggamku tanganku sejak tadi, dan “aku ingin kalian dapat bersama untuk selamanya, aku mau kalian berjanji padaku itu.”
Mereka saling pandang dan kutau Inoo terlihat tak dapat memenuhi janji itu.
“aku mohon”
Mereka tersenyum untukku dan mengangguk pelan menandakan mereka berjanji padaku,
“hehe, gitu dong, dan niichan tolong jaga Sayuri, sukai ia walaupun, posisiku di hatimu tak ingin kau ganti oleh siapapun, tapi Sakura yakin bahwa selain tempatku masih banyak tempat yang akan di isi oleh Sayuri, aku ingin dia selalu disampingmu, mengisi hari-harimu, sukai, sayangi, cintai ia seperti kau melakukan itu padaku^^.”
“ha’i, aku akan melakukannya demi kau, dan demi Sayuri” kudengar suaranya yang masih terisak karena tangisannya.
“Sayuri, jagai niichan yah, dan usahakan kalian akan tetap bersama untukku, untukmu dan untuknya ^^.” Sayuri hanya mengangguk ia tak dapat mengatakan apa-apa padaku.
“okasan, otosan, selamanya aku tak akan melupakan kebersamaan kita selama ini, dan aku tak akan melupakan kasih sayang, kelembutan yang kalian beri” mereka hanay tersenyum dank u lihat okasan hanay menangis dengan dirangkul oleh otosan. Lalu ku menoleh pada mereka orangtua asliku.
“okasan, otosan, aku tau kebersamaan kita hanya sesaat saja, tapi aku sudah dapat merasakan kelembutan dari kalian, aku senang bertemu dengan kalian sebelum meninggalkan dunia ini, untuk terakhir kalinya biarkan aku merasakan kehangatan dari kalian ^^”. Mereka mengangguk mendekatiku, memelukku dengan kehangatan kelembutan yang terakhir kalinya kurasakan. Aku tersenyum pada mereka semua, kuberikan senyuman yang terakhir kalinya mereka akan melihatnya, senyuman dengan kelembutan.
-dulu aku selalu bilang pada diriku sendiri agar jangan pernah menangis, kali ini aku menangis karena sesuatu. Bahkan setitik harapan terakhir juga sudah hancur. Sebenarnya dari awal aku sudah tau, bahwa harapanku itu memang tidak pernah ada. Aku juga pasrahkan diriku ini yang akan meninggalkanmu, semuanya.-
_~~~~~~_
4 tahun kemudian.
“hey, Sakura” aku menoleh.
“nani??”
“oh, gomen, aku kira kau orang yang kukenal.”
“oh, apa namanya Sakura juga??”
“un, eeh, berarti namamu sakura??”
“hehe, iya demo namae wa Sakura Yaotome^^”
“oh, kalau orang yang kukenal itu namanya Sakura Imonoyama, eh bukan Sakura Inoo.”
“hey, Sayuri, kau ini cepetan kita udah telat nih, sebentar lagi wisuda kelulusan kita di Universitas Meiji ini.” kulihat seorang laki-laki putih tinggi menghampirinya yang lalu menoleh padaku “eeh, kau??” dia menunjukku.
“yah, pasti kau mengira gadis ini Sa-chan kan?? Bukan ia memang mirip dengannya serta namanya pun sama, tapi bukan ia orangnya kau tau kan sudah 4 tahun ia meninggalkan kita??”
“oh begitu.” Pria tadi hanya tersenyum heran padaku.
“ehm, kalau begitu, gomen nasai,aku salah menduga dan aku dan dia pergi dulu yah jaa” gadis yang disebut Sayuri tadi tersenyum lembut padaku lalu pergi bersama pria tadi.
‘syukurlah, kalian memenuhi janji kalian padaku, aku senang kalian dapat bersama dan kulihat Inoo sudah dapat menyukaimu sepenuhnya Sayuri^^. Kutahu masa depan niichan memang bersama dengan Sayuri, bukan denganku yang memiliki hubungan sedarah denganmu, dan sekarang masa depanku …’
“hey, kau ini, sakura dari tadi kemana sih?? Aku itu mencarimu tau nggak.”
“hehe, gomen tadi kan aku hanya berkeliling kampus ini, kan untuk terakhir kalinya.”
“oooh…” yah dia Chinen Yuri, dialah masa depanku sekarang, orang yang sangat kucintai, dan orang yang mempunyai cita-cita sama denganmu menjadi seorang penyanyi, walaupun hingga kini kau tak dapat mewujudkannya, dia orang yang dapat mewujudkannya, aku bersama dengan orang yang menggapainya.
“hmm, nanti malam kan debut pertamaku, kau datang kan??”
“un, tentu saja.^^” aku tersenyum padanya lalu dia menggenggam tanganku dan berjalan ke tempat Aula wisuda, terima kasih Tuhan walaupun kutau dia tlah ditakdirkan untuk orang lain dan bukan untukku, aku bersyukur karena pernah bersamanya. Dan terima kasih Tuhan berkatmu aku dapat mengisi tubuh gadis cantik seperti ini, aku tak dapat pernah menyangka dapat hidup kembali di tubuh orangl lain, terima kasih.
-jika disisimu ada orang yang sangat berarti bagimu, itu sudah cukup membuatmu bahagia. Bersama teman-teman yang ceria bagaikan “LOLLIPOP’ yang berwarna-warni. Dampingilah selalu orang yang kau sayang dan lindungilah ia selalu, pasti kekuatan itu sama dahsyatnya dengan kekuatan sihir “itulah kekuatan CINTA”-

My Real Love (FF 1)

kyaaaa Minna-san, nyh FF pertama cHibi xixixixixix xDD..

tapi udah banyak post di facebookk, jadi berkunjung di facebookku yah *promosi*

komen yah hohohohohoh..

nih nama pemainnya chibi ambiL dari personil HSJ n manga ^^...hehehe


Title : Wonderful

Genre : Drama

Starring :

- Otsuko Fujiwara

- Kei Morimoto

- Ryotaro Echizen

- Yamashi Nakajima



‘Hay.. perkenalkan namaku Otsuko Fujiwara,, tapi aku dipanggil otsu-chan atau otsu sama teman-teman.

Tapi kalau otsuko sebut diri sendiri otsu yah biar lebih simple ajah gitu.

Umurku 16 tahun dan sebentar lagi 17 tahun…

Otsu sekarang sudah kelas 2 di sekolah Kakumei Deimon Gakuen.

Oh iya, Otsu punya sahabat yang selalu bareng sama Otsu dia adalah Kei Morimoto

Hmm,,,itu saja yah perkenalannya…

Oh y,,,

Otsu tuh dah lama suka sama ketua klub basket putra di sekolah otsu.

Dia tuh anaknya cool banget ,, keren,, wah pokoknya beda dari pada yang lain deh.

Otsu suka dia dari kelas satu, apalagi setelah tau dia diangkat jadi ketua klub basket, waah otsu makin suka sama dia, habisnya dia makin keren sih.

Wah nggak kebayang deh kalau otsu bias jadian sama dia….hihihihi….’

“otsu….. cepetan kei sudah jemput nih… nanti telat lagi..” .

“ups..okasan sudah teriak tuh, sudah dulu yah otsu mau berangkat sekolah nanti telat lagi. Jaa”

. . . . . .

“yah ampun,,otsu ngapain saja sih dikamar??” Tanya mama.

“wah,ada deh okasan,,heheheh. Dah dulu yah ma otsu mau berangkat sekolah dulu bye ma,” kataku sambil mencomot roti yang ada dimeja makan .

“ckckck.. tu anak kapan yah dia bisa berubah,,huft” kata mama sambil menghela nafasnya.

“Lama banget sih kau,, ngapain saja sih?” gerutu Kei-kun kesal.

“yah maaf deh. Kenapa sih pagi-pagi dah kesal aja?” tanyaku sambil menaiki sepeda kei.

Nah dia ini yang Otsu bilang tadi, sahabat Otsu yang paling setia tapi kadang-kadang ngeselin. Tapi Otsu sayang banget sama sahabat Otsu.

“nungguin kau tuh lama banget sih, 10 menit lagi masukan nih.”jawab kei sambil mengayuh sepedanya.

“yah kan aku sudah minta maaf .” jawabku.

TING TONG..TING TONG…

“huft, akhirnya sampai juga, untung belum terlambat . cepetan turun.” Kata kei

“y..y..”

. . . . . . . . . . .

“Ohayou minna-san” salamku terhadap teman-teman ketika memasuki kelas.

“eh, telat lagi yah??” Tanya Erika.

“y. nih kok akhir-akhir ini kau sering telat sih ??,, Nande Yo??” tambah rizu.

“yah nggak kenapa-kenapa kok, cuma mungkin sering bangun telat saja kali yah” jawabku sembari ketawa.

“ah dasar kamu, oy ngomong-ngomong gimana nih rencanamu untuk dekatin ketua klub basket itu??.” Goda rizu.

“haafh,, nggak ada nih, kalian ada ide nggak??” tanyaku pada mereka.

“yah kita juga nggak ada ide nih, y kan rik?”

“wah, y nih. Eh tapi gimana kalau misalnya kamu jadi manager klub basket putra? Kebetulan kan klub basket putra lagi membutuhkan manager!” kata Erika.

“wah benar banget tuh kata Erika. Dengan begitu kau bisa dengan gampang mendekati dia.” Balas rizu.

“ah, kalian tuh, otsu kan sudah ikut klub memanah. Masa harus jadi manager klub basket putra sih?” jawabku.

“yah nggak apa-apa kan. Sekaligus gitu, dari pada kau cuma memandangnya dari jauh kan, kita juga kasian liat kau kayak gitu.” Balas rizu.

“yah..ta….. “ eh belum sempat otsu melanjutkan obrolan Sensei sudah datang.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

TING TONG….TING TONG…

Bel tanda istirahat berbunyi…

“ey.. otsu, makan bareng di atap sekolah yuk” kata kei sembari meletakkan bentonya diatas kepalaku.

“y..y… kalian mau bareng??” ajakku ke Erika dan rizu.

“ah, nggak kita disini saja”

“oke deh ,jaa”

. . .

(Di atap sekolah.)

“oy, kau ada rencana jadi manager klub basket putra ya??” tanya kei kepadaku.

“lah kok kei tau ??,, tapi nggak kok otsu nggak ada rencana mau jadi manager klub basket putra. Itu Cuma usulan Erika dan Rizu saja.” Jawabku sembari melahap bekalku.

“ohm..yah tadi aku dengar kok obrolan kalian di kelas. Mending nggak usah deh kau jadi manager lagian kau kan sudah ikut klub memanah dan kau juga salah satu kandidat ketua klub memanah putri kan?” balas Kei sembari memakan bekalnya.

“y… otsu tau kok..”

“ lagian kalau hanya untuk dekat dengan si ketua klub basket yang sok itu, ngapain sih mesti cari cara untuk deketin dia? Lagian kayak nggak ada cowok lain saja.”

“lah, kok kei tau lagi sih? Itu kan rencana mereka belum tentu otsu mau. Lagian nggak ada cowok lain di hati otsu tau .” jawabku dengan cemberut.

“ah. Terserah yang jelas mending kau cari cowok lain saja. Aku ini sahabat kau dari kecil jadi aku nggak mau kau pacaran dengan sembarang orang tau.”

“lah tapi kan dia tuh beda lagi dari cowok lain. Kenapa sih Kei nggak mau bantuin otsu untuk dekat sama dia. Padahal kan kei sendiri juga ikut klub basket putra dan jadi wakil ketua lagi. Uuuh” balasku dengan kesal.

“ah , pokoknya kau tuh nggak tau dia gimana kan. “

“gimana apanya? Dia perfect kok.”

“ ah udahlah aku malas jelasinnya, tuh dah masukan, ayo cepetan.” Balas Kei sembari jalan menuju pintu.

“eh. Tunggu….”

(Pulang sekolah. . . . ).

“Otsu mau ikut kita nggak ke taman?? Kebetulan disana lagi ada magic hair gitu.” ajak Erika.

“wah, gomen ne otsu lagi ada rapat klub, kalian lupa yah?”

“wah, y kau kan selalu sibuk dengan tugas klub!” seru Rizu.

“maklum kandidat ketua gitu..hhehehe” tambah Erika sembari ketawa ngejek.

“yah, apaan sih kalian! Itu kan rapat untuk menentukan ketua klub. Yaudah kalau gitu kalian hati-hati yah, jaa ne”

“jaa” seru Erika dan Rizu barengan.

. . . . . .

“Otsu, pulang bareng y, kau ada kegiatan klub kan?” Tanya Kei.

“y, tunggu di tempat biasa aja y.”

“ok deh, bye.”

{sekarang peran Author OK @.-}

Di klub basket putra.

“hei Kei, cepetan kita harus seleksi anak kelas satu untuk jadi tim inti.”

“ok Yama-kun.”

‘nah Yama-kun adalah ketua klub basket putra yang sangat disukai oleh Otsu. Nama lengkapnya adalah Yamashi Nakajima. Biasanya dia dipanggil Yama-kun atau Yama.’

Setelah selesai menyeleksi siswa kelas satu. Semuanya sedang istirahat. Kei mendatangi Yama

“Yama-kun, aku mau ngomong nih .” Kata Kei.

“oh, ya sudah silahkan.” Balas Yama-kun.

“nggak, aku mau ngomong ditempat lain, soalnya sangat penting.”

“oh, OK.”

(Di belakang sekolah.)

“emangnya ada apa sih kei? Kok kayaknya serius banget.!” Tanya yama.

“nggak, ini soal Otsu.”

“yah, terus ada apa dengan dia?”

“kau tau kan kalau dia suka denganmu dari kelas satu.”

“oh, y terus kenapa?”

“dan aku nggak mau dia kecewa.”

“loh, urusannya denganku apa kei?”

“urusannya??. Bukankah kau sudah menyukai seseorang sejak sepuluh tahun yang lalu?”

“y, terus?”

“aku nggak mau otsu tau kalau kau sudah menyukai seseorang, aku takut bakal berakibat buruk baginya.”

“yah, hontou ni gomen nasai. Demo, biar aku saja yang menjelaskannya sendiri karena jika dia tau darimu itu akan lebih memperburuk keadaan. Karena rahasia ini hanya kau dan aku yang mengetahuinya kei.”

“y, aku tau soal itu. Karena kau dan aku juga sudah berteman baik dari kelas satu walaupun aku merahasiakannya dari Otsu. Aku harap kau mau berjanji untuk menjelaskannya dengan baik.”

“ok, aku janji. Jadi soal ini yang membuatmu bingung seharian ini?” Tanya Yama.

“hah? Nggak juga. Cuma tadi aku dengar Erika dan Rizu punya rencana untuk memasukkan Otsu sebagai manager kub basket kita.”

“oh, kau khawatir yah?”

“khawatir? Maksudmu?”

“yah, khawatir kalau otsu jadi menager klub dia bisa jadian sama aku, y kan” goda Yama-kun dengan senyumnya yang kawaii itu.

“ah, nggak tuh biasa saja lagian kan kau sudah menyukai seseorang jadi nggak mungkin kan.??”

“Loh, bisa saja aku jatuh cinta kepada Otsu?”

“kalau benar, terus kenapa?” balas Kei.

“yah kau cemburu kan?”

“cemburu?, maksudmu?”

“yah, anata wa daisuki Otsu-chan!?”

“ah, jangan sok tau deh, aku tuh cuma menganggapnya sahabatku, itu saja,”

“tapi menurutku bukan itu alasannya, karena aku tau cara memandangmu ke otsu sangat beda, juga dari cara kau mengkhawatirkannya itu sangat ketahuan kalau kau menyukai Otsu, kei!”

“ah, sudahlah sok tau kau. Ngomong-ngomong kok bisa kau menyukai seseorang sampai sepuluh tahun?”

“yah, karena dia seseorang yang berbeda. Aku ingin melihat anak yang dulu pernah kutolong waktu kecil sekarang dia menjadi gadis yang seperti apa, aku tidak bisa melupakan dia dan kejadian waktu itu.”

“yah, terus jika kau bertemu dengannya? Apa yang ingin kau lakukan?”

“yah, aku akan mengatakan yang sejujurnya bahwa aku sudah lama menunggu untuk bisa bertemu dengannya.”

“oh, aku harap kau bisa bertemu dengannya dalam waktu dekat ini.”

“yah arigatou .”

“wah, sudah jam segini Otsu pasti sudah nungguin, ayo kita cepetan ke tempat klub.”

“cieh,,,, “ goda Yama.

“apaan sih?!” kesel Kei.

“Duh, lama banget sih, sudah 15 menit tungguin kau disini. Ngapain sih??” kata Otsu kepada Kei dengan kesal.

“yah, maaf deh, biasa urusan. Mau tau ajah deh. Ya sudah pulang yuk” ajak Kei sembari mendorong sepedannya dari parkiran.

. . . . . . . . .

Triiing,,,,triiing…..

“ya,moshi-moshi..”

“moshi-moshi otsu”

“nani kei?? Tumben nelepon?? Biasanya kan langsung ada di beranda kamarku!”

“nggak ah, lagi malas. Aku cuma pingin kasih tau saja ke Otsu, jangan kemalaman tidur nanti besok kesiangan bangun takutnya telat gara-gara Otsu.”

“hah?! Dasar kau Kei-kun.. uugh.”

“hahahahahaha….. duh marah??, memang seperti itu kan??”

“uuh, iya sih, tapi kan Otsu nggak terlalu malam tidurnya!”

“hahahahahaha….. iya deh, nanti Otsu-chan marah tambah parah nih, nanti aku nggak bisa tidur, hahahaha….. sudah dulu yah Otsu. Oyasumi, byee.”

“uuugh,, iya. oyasumi, bye”

“ uugh,, kenapa sih Kei akhir-akhir ini ?? Kok sepertinya ada yang berubah, Hmmmm ada apa yah?!. Ah sudahlah, besok saja otsu Tanya langsung ke dia.”

Kriiiing……Kriiiing….

“aduuuuuh masih ngantuk nih, huaaam.”kataku sembari mematikan alarmnya dan melanjutkan tidurku kembali.

“astaga Otsu??? Sudah jam berapa ini?? Ayo bangun, anak cewek kok bangun jam segini? Lihat tuh Kei dibawah sudah tungguin dari tadi.” teriak Okasan membangunkanku.

“Hah?! Kei-kun sudah jemput?? Kok cepat banget ma?” tanyaku dengan kaget.

“sudahlah tanya sendiri, cepat mandi kemudian sarapan lalu kesekolah, ayo.”

“huaaaammm,,,, iya ma. Oh iya ma, tolong bilang kepada Kei-kun tunggu sebentar yah, oke ma??”

“iya,iya,, sudah cepatan.”

Selesai mandi dan berganti pakaian, akulangsung menuju meja makan lalu pergi sekolah dengan Kei.

Dalam perjalanan kesekolah, aku langsung menanyakan kepada Kei tentang sikap kei yang akhir-akhir ini berbeda dari biasannya.

“Kei-kun punya masalah nggak??” tanyaku.

“hah?! Maksud Otsu??”

“ yah, nggak ada maksud apa-apa, tapi ngerasa Kei-kun itu akhir-akhir ini berbeda dari biasannya.”

“hah? Masa sih?? Perasaan Otsu saja mungkin, aku biasa saja tuh.”

“ooh, begitu Otsu kira Kei-kun punya masalah, tapi Kei-kun harus cerita yah kalau ada masalah kita kan sahabat dari kecil.” Kataku sembari tersenyum kepada Kei.

“oh iya, betul juga tuh, kita kan sudah sahabatan dari kecil, hmm,, gimana yah kabarnya Ryo-kun?? Wah kangen banget nih.” Kata Kei-kun

“oh, iya betul juga. Kita tau kabarnya cuma lewat email, tapi kangeeen banget pengen ketemu langsung.! Kataku,,, “eeeehhhh…Kei-kun cepetan kayuh sepedanya, tinggal 20 menit lagi nih.” Kagetku ketika melihat jam tanganku menunjuk angka 7.40.

Setibanya di kelas, suasana dikelas sangat heboh.

“ohayou minna,. ohayou eri-chan, Rizu-chan. Oh iya, kenapa sih kok heboh begini??”

“wah, Otsu ketinggalan nih Rizu.”

“iya, begini loh Otsu dengar-dengar di kelas kita bakalan ada murid baru, tapi nggak ada yang tau cewek atau cowok dia pindahan dari korea!” tambah Rizu-chan.

“Hah?! KOREA?!” aku dan Kei-kun langsung kaget mendengar kabar itu lalu saling bertatapan muka.

“hah? Kenapa kalian? Kok kompak gitu kagetnya?” bingung Eri-chan.

“oh, iie, iya kan Kei-kun?” jawabku menggeleng lalu melihat Kei.

“hah? Oh, iya nggak ada apa-apa kok.”

Tanganku langsung ditarik Kei-kun dan berbisik.

“eh, jangan-jangan murid barunya itu Ryo-kun?”

“hah?! Nggak mungkin, kalau dia mau kembali ke sini dia pasti memberitahu kita kan?”

“iya sih, tapi.”

“yah, Otsu juga berharap yang datang itu Ryo-chan, tapi kalau bukan nanti kita juga yang kecewa. Kita lihat saja nanti murid barunya siapa.”

TING …….TONG……TING……TONG………

Bel sekolahpun bebrbunyi, dan anak-anak di kelas penasaran dengan murid baru begitu pula dengan aku dan Kei-kun.

“Ohayou minna” Sapa Yabu sensei memasuki kelas kami.

“Ohayou” kami semua serempak menjawab.

“kalian semua pasti sudah tahu bahwa hari ini akan ada siswa baru pindahan dari Korea. Baiklah bapak persilahkan kepada murid baru untuk masuk kelas.”

Masuklah seorang yang sangat cool, keren, tinggi, putih, dan rapi.

Tapi itu bukan Ryo-chan, aku dan Kei-kun pun kecewa karena kita berdua sangat kangen kepada Ryo-chan.

“Nah, silahkan memperkenalkan diri” kata Pak Uzaki.

“Ohayou minna-san. Hajimemashite watashi wa namae Ryotaro Echizen, biasa dipanggil ryo-chan atau ryo-kun. Pindahan dari Korea sebenarnya saya asli orang Jepang tetapi, karena papa saya dipindah tugaskan ke Korea jadi saya harus pindah kesana dan akhirnya kembali lagi ke Jepang. Mohon bantuannya”

Hah? Saat siswa baru itu memperkenalkan dirinnya aku dan kei-kun pun kaget karena perkenalan dirinya sama dengan Ryo-chan. Tetapi tampangnya sangat berbeda dari ryo-chan. Dan cara berperilakunnya pun sangat berbeda dari Ryo-chan.

“silahkan duduk di samping Morimoto”

“arigatou sensei.”

Ryo-kun pun duduk di samping Kei-kun.

……………….

TING….TONG….TING…..TONG…

Bel istirahat berbunyi,

“hai, kenalin ryotaro desu, tapi panggil saja ryo-kun” Ryo-kun memperkenalkan dirinya kepada Kei-keun sembari tersenyum.

“hah?! Oh iya, hajimemashite, watashi wa Morimoto Kei, tapi panggil saja …….”

Belum selesai Kei-kun melanjutkan ucapannya Ryo-kun berkata “Kei-kun? Atau Kei-pii atau si smart??” sembari tersenyum kepada Kei-kun.

“Hah?! Kau kok tahu sebutan itu??”

Saat itupun aku menghampiri meja mereka.

“iya, kenapa? Kau lupa padaku Kei-pii??”

“hah?! Kei-pii? Berarti kau ini Ryo-chan??” tanyaku dengan kaget.

“hahaha,,, baru sadar kalian?? Masa kalian lupa sama sahabat kalian sendiri?”

“y ampun ryo-kun, kau benar-benar berbeda. Oleh sebab itu aku dan Otsu tak mengenalimu.”

. . . . .


“Hey, Ryo-kun pulang bareng yuk. Oh iya sekarang kau tinggal di mana?” tanyaku.

“hem, dimana iya??” balasnya dengan ekspresi pura-pura tak tau.

“iya nih, sekarang tinggal dimana??” Tanya Kei-kun.

“haha, .nanti kalian juga tau kok. Gimana nih ?? mau pulang bareng nggak?? Sekalian liat rumah baruku.” Balas Ryo-kun dengan senyum.

“wah ya sudah, yuk.”

Wah senang banget deh, akhirnya Ryo-kun balik lagi ke Jepang. Dan aku, Kei-kun juga Ryo-kun bisa bersama-sama lagi. Mudah-mudahan saja kita bertiga bisa bersama selamanya.

“hey, Otsu ngapain kau?? Senyum sendirian?? Aneh deh??!!” kata Kei-kun.

“hagh?? Apaan sih . aku kan Cuma mikir seandainya kita bisa bersama-sama selamanya seperti ini. Wah pasti asik kan?” balasku dengan senyum ceria.

“hahahahaha……. Maksud kau??? Aduh Otsu kalau kita sudah besar nanti kan kita pasti punya keluarga, nggak mungkin kan bisa begini selamanya?? Iya nggak Ryo-kun??” belas Kei-kun dengan tawa ejekannya.

“Hmm.. tapi bisa juga kok bisa selamanya bersama.”

“nah, tuh kan apa Otsu bilang. Ryo-kun bilang bisa tuh.”

“hagh? Iya sih memang bisa, tapi kan nggak mugkin bisa akrab banget seperti sekarang ini.”

“tapi kalau Otsu mau nggak bisa akrab denganku dan Kei-kun untuk selamanya?” Tanya Ryo-kun.

“oh, pasti dong”

“kalau begitu, Otsu mau jadi akrab denganku sampai aku mati??” Tanya Ryo-kun dengan senyumnya yang khas.

“Hah? Maksudnya?” aku dan Kei-kun berbarengan lalu saling pandang.

“hahaha….. nggak kok Cuma bercanda. Oh iya kita sudah sampai nih dirumahku.”

“Loh, bukannya ini??” aku dan kei-kun saling bertatapan.

“iya. Ini rumah yang pernah kutempati dulu waktu kecil.”

“wah, senangnya. Jadi kita bisa berangkat sekolah bareng terus donk.” Kataku dengan gembira sambil memegang kedua tangan Ryo-kun.

Tiba-tiba Kei-kun berkata “aduh, sepertinya mustahil bisa berangkat bertiga terus.”

“maksudmu Kei?” Tanya Ryo-kun.

“iya maksudku itu nggak mungkin bisa setiap hari. Mending kita berdua saja yang setiap hari, habisnya selalu ada yang telat sih.” Jawab Kei-kun sambil melirikku.

“hah? Apaan sih Kei-kun, ugh.” Kataku dengan muka cemberut.

“hahahaha. Sudah-sudah, yuk kita masuk aku bawa oleh-oleh buat kalian berdua.”

“waaah”

(Author Chiby beraksi)

3 mingggu berlalu dan sekarang sedang liburan karena disekolah sedang ada perbaikan kelas.

Tetapi disaat liburanpun kegiatan klub ada yang melaksanakan terutama klub olahraga, karena akan memasuki pertandingan musim semi.

Begitu pula dengan mereka bertiga. Otsu sibuk latihan di klub memanah, Kei dan Ryo-kun sibuk latihan di klub basket(semenjak masuk jadi siswa baru, Ryo-kun mengikuti klub basket).

“hey, Yama-kun. Bagaimana pertandingan nanti?” Tanya Ryo-kun.

“hagh? Bagaimana apanya?”

“yah, kira-kira yang akan jadi tim inti siapa saja?”

“oh, iya kau belum tau yah?.”Tanya Kei-kun.

“oh, soal itu tenang saja, kau masuk kok, karena kau dan Kei sangat kompak. Dan aku akan masukin Naru senpai dan Suke senpai, terakhir aku. Yang lainnya jadi cadangan.”

“oh, begitu. Oh iya ngomong-ngomong bagaimana dengan cewek yang kau cari-cari itu??” sudah ketemu belum??” Tanya ryo-kun.

“Loh, kau tau dari mana Ryo-kun?” Tanya yama-kun dengan kaget.

“hehehe, gomen ne yama-kun, aku yang cerita ke dia. Karena dia paksa aku terus untuk bicara. Dia heran aja orang sekeren dan sepopuler kau kok nggak ada pacar.”

“oh, gitu, yang jelas Ryo-kun jangan menyebarkannya kepada yang lain.”

“tenang saja. Jadi bagaimana?”

“yah, belum. Kan sibuk belajar dan latihan untuk pertandingan nanti. Jadi soal dia nanti setelah pertandingan selesai.”

“kau sendiri Ryo-kun? Apa nggak ada yang menarik perhatianmu di sekolah ini?”

“hagh??”

“iya, Ryo-kun. Aku juga ingin tahu cewek seperti apa yang kau suka itu.” Tambah Kei-kun.

“hagh?. Oh iya aku sih ada, tapi masih rahasia.”

“yah, nggak asik deh. Kan kita bersahabat” kata Kei-kun.

“iya nih, kau sudah tahu tentang rahasiaku, sekarang aku yang ingin tahu.” tambahYama-kun.

“Wah, kalau soal ini, rahasia. Aku nggak bisa kasih tahu.”

……………

“ehm. Otsu hubunganmu dengan Kei-kun sampai sejauh mana sih??” Tanya Ryo-kun

“hagh? Seajuh mana? Apaan sih Ryo-kun. Aku dan Kei-kun Cuma sebatas sahabat sama dengan aku dan kau.”

“dengan Yama-kun?”

“hagh? Yama-kun, ehm kalau itu kau sudah tahu kan kalau aku sudah lama menyukainya.”

“Otsu-chan, sebenarnya aku iri dengan Yama-kun”

“hagh? Iri? Maksudmu?” Tanya Otsu dengan bingung.

“iya, iri. Karena…a…. watashi……. Aishiteru Otsuu-chan.” Menundukkan kepala karena malu.

“hagh??” aku nggak bisa berkata apa-apa.

“iya. Aku suka Otsu dari kecil, Karena itu aku tunggu sampai dewasa dan untuk siap mengungkapannya secrara langsung.”

“hagh? demo….”

“iya, mugkin aku tahu, Otsu Cuma anggap aku sahabat. Tapi aku ingin Otsu menganggapku lebih dari sahabat. Ehm, aku tau Otsu pasti kaget, kalau begitu aku tunggu jawabannya. Aku kekelas dulu iya Otsu-chan.” Senyum lalu meniggalkanlu yang masih kaget dengan pernyataannya itu..

…………….

“ hey, Otsu-chan ngapain kau disini?? Ayo masuk kelas.” Ajak Rizu yang tiba-tiba berada di belakangku.

“oh, iya.”aku Menurut saja tetapi masih dengan kebingungan yang melandaku.

(haaafh lagi-lagi peran Author Chiby =.=”)

Besoknya Otsu mengajak Ryo-kun untuk membicarakan hal kemarin.

Kei pun melihat mereka jalan berdua dan mengikuti mereka dari belakang, sesampainya mereka di belakang sekolah.

“Ryo-kun, Otsu sudah memikirkan ucapan Ryo-kun tadi malam, Gomen ne Otsu nggak bisa terima Ryo-kun, Otsu menyukai Yama-kun, Otsu harap Ryo-kun mau memahaminya.” Kata Otsu dengan tidak enak hati.

“nggak apa-apa kok Otsu-chan, Ryo tau Otsu menyukai Yama-kun. Aku harap cinta Otsu terbalas.

“arigatou Ryo-kun.” Dengan senyum kemudian mendekati Ryo-kun, belum sampai Otsu sampai ketempat Ryo-kun tiba-tiba Ryo-kun berkata. “hey, kei sudah cukup kan?? Keluar dari persembunyianmu.”

“hagh? Kei??” kaget Otsu dan melihat Kei yang keluar dari persembunyiannya.

“hehehe, gomen.”

“sudah dengar jawaban dari nya??” Tanya Ryotaro.

“hehe. Sudah”

“loh?? Kei-chan tau soal ini??” bingung Otsu.

“iya, kemarin dia mendengar pengakuanku kepadamu dan malamnya dia kerumahku dan menanyakan soal ini”

“hehehe, iya. Lagian kita kan sudah lama bersahabat, dan rahasia apapun itu kita harus saling memberitahu karena kita sudah membuat janji itu, dan bukankah kita berjanji disaat Ryo-kun akan pindah ke Korea, kita berjanji diantara kita tidak akan ada yang akan pacaran dengan Otsu, baik aku dengan Otsu ataupun Ryotaro. Apa kalian masih ingat janji itu??”

“hhmm, aku masih ingat kok Kei-kun, tapi aku tidak bisa selamanya memendam perasaan ini tanpa mengungkapkannya, dan aku pulang pun juga karena aku tidak bisa menyimpan perasaan ini lagi.” Balas Ryo-kun yang mendekati Kei-kun lalu merangkulnya.

“Otsu masih ingat kok Kei-chan” senyum Otsu.

“hey, jangan panggil Kei-chan ok. Bagus kalau kalian masih ingat.” Senyum Kei-kun. Dan kei pun merasa bahwa dia tidak ingin jika sahabatnya berpacaran, Kei tidak menyadari kegelisahan yang dia rasakan bahwa Kei juga merasa bahwa dia menyukai Otsu.

……………

Yama menelusuri jembatan di sore hari, hari-hari yang melelahkan baginya. Dia melihat seorang gadis yang ingin menolong anak kucing yang terjatuh disungai, tapi justru malahan gadis itu terpleset, tapi ekspresinya bukannya kesal justru tertawa riang karena dapat menolong anak kucing itu.

“hahaha, otsu-chan, basah kuyup nih.” Ledek Yama yang sudah berada di tepi sungai itu lalu membantu Otsu untuk ketepi sungai.

CPLAK..CPLAK..

“adduh, “ Otsu terkena kibasan air dari anak kucing itu.

“Otsu, kau..”

“yah??” tanyanya lalu menoleh ke Yama.

‘kenapa aku ingat dengan gadis itu yah?? Apa dia adalah Otsu, dia sangat mirip dengan gadis itu, senyumnya dan tingkahnya yang barusan itu, apa benar gadis itu kau??’ batin Yama.

“hey,” Otsu tiba-tiba menjetikkan jarinya didepan wajah Yama dan menganggetkannya.

“hagh?? Nani??”

“loh ?? Yama-kun aneh agh, kau tadi ingin berkata apa??”

“hmm, apa kau waktu kecil pernah jatuh kesungai saat menolong anak kucing, yah seperti kejadian ini juga,??”

“hmmm, chotto” jawab Otsu sambil mengingat-nginggat.

“un, aku ingat aku juga pernah mengalami ini sebelumnya, dan ada anak laki-laki bertopi memegang bola basket menolongku waktu itu, tapi aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.” Jawabnya dengan mantap.

Yama tersenyum mendengarnya, tentu saja karena gadis yang pernah ditolongnya itu adalah Otsu.

Lalu dia memegang kedua tangan Otsu.

“kau, tau siapa bocah laki-laki waktu itu??”

“iie” jawabnya menggeleng, dan wajah Otsu merah sekali, karena orang yang disukainya memegang kedua tangannya, karena sebelumnya mereka tak pernah sedekat ini.

“bocah laki-laki itu adalah aku. Dan kau tau sejak itu aku sudah menyukaimu. A,aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu.”

Otsu hanya diam mendengarnya, tak disangka cowok yang selama ini dia sukai, kagumi, ternyata sudah lama menyukainya.

“dan, bagaimana??” Tanya Yama dengan gugup.

“hmm, a-anou, k-kalau boleh tau, kenapa sejak itu hingga kini kau menyukaiku??” Tanya Otsu dengan wajah masih tidak percaya.

Yama melepas genggamannya. Lalu berdiri dan menceritakan semuanya, alas an dia menyukai Otsu sejak dulu, karena Otsu berbeda dengan bocah perempuan yang lain, dia ceroboh, tetapi amsih dapat bangkit lagi walaupun dia tak bisa berdiri saat terjatuh disungai tapi tetap berusaha walaupun sampia dia nangis, makanya saat itu Yama menolongnya.

…………..

(otsu : hey, chiby gantian dong sekarang peranku yang berbicara huuh

Chiby : hehe, gomen ne Otsu chan ^^. So atuh^^)

“ohayou,” sapaku memasuki kelas dengan riang.

“ohayou, Otsu-chan, kau berangkat dengan siapa tadi??” Tanya kei, entah kenapa wajah Kei jutek sekali pagi ini.

“hehe, dengan Yama, nande??” Tanya ku padanya lalu duduk ditempatku.

Kei tak menjawabku, tapi dia lalu dia berlalu keluar kelas, aku nggak tau apa yang difikirkannya.

Aku menanyakannya pada Ryo-kun, dan Ryo-kun juga tak tau ada apa dengan sikap Kei pagi ini. Nanti istirahat aku akan menanyakannya langsung.

“Kei-, a..” aku belum selesai mengajaknya tuk makan bareng tapi dia keburu keluar kelas dengan buru-buru.

“hey, Ryo-kun, Kei dari tadi kenapa sih?? Benar kau memang tak tau dia kenapa hari ini??”

“hmm, benar kok, aku memang tak tau ada apa dengannya hari ini, gomen ne,”

Aku hanya diam, aku rasa ada yang disembunyiin oleh Ryo-kun, sepertinya dia tau kenapa Kei bersikap begitu, tapi dia tak ingin mengatakannya padaku.

Aku dan Kei memakan bento dengan Rizu dan Erika, tapi kei belum balik-balik juga. Samapi bel masuk berbunyi dia masih belum balik juga, sudah 10 menit sejak sensei memasuki kelas ,dia baru balik kekelas. Ekspresi wajahnya terlihat sangat kesal sekali entah darimana dan apa yang menyebabkan ekpresinya seperti itu, aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya.

TING..TONG..TING..TONG..

“HEY, Kei-chan, pulaang bareng yuk” ajakku seperti biasa kepadanya.

Tapi Kei tak merespon ajakanku. Dia hanya diam sembari membereskan bukunya dan memasukkannya kedalam tasnya. Lalu dia pergi meninggalkanku begitu saja, apa ada yang salah denganku yah?? Atau jangan-jangan dia marah karena aku tak memberitahunya kalau aku dan Yama sudah jadian??.

”hey, nggak usah difikirin sikap Kei yang seperti itu, nanti juga sikapnya balik kayak dulu lagi.” Kata Ryo tiba-tiba disampingku sembari meletakkan tasnya diatas kepalaku, yah mungkin benar kata Ryo. Ryo memang berbeda dari Kei, sejak dulu Kei selalu emosi sikapnya, dan pasti yang menenangkannya itu adalah Ryo, Ryo memang paling dewasa diantara kita bertiga.

“tuh udah ditunggu Yama didepan pintu”

“hagh??”

Aku melihat Ryo, dan Ryo hanya memainkan matanya kepadaku, tanda dia itu mnggodaku dengan Yama.

“hhmm, k-kau tau dari mana???”

“sudahlah, cxepat deh kau temui dia, kasian kan???” jawabnya dengan senyum kakkoinya padaku,

Lalu aku meninggalkan Ryo.

…….

“hmm, Yama-kun, kau tau nggak akhir-akhir ini ada yang berbeda dengan sikap Kei”

“…..” Yama hanya diam tak menjawab pertanyaanku dan dia meminum jusnya itu. Tapi ekspresinya Yama saat aku bertanya seperti itu, dia terlihat memikirkan sesuatu. Sepertinya Yama tau kenapa Kei bersikap begitu. Saat aku mau menanyakannya dia langsung berkata.

“hmm, apa kau mengatakan hubungan kita ini padanya??”

Aku hanya menggeleng.

“dan seperti yang kau bilang tadi, ada yang aneh dengannya akhir-akhir ini kan?? Sikapnya yang seperti itu juga dia tunjukkan di klub basket.”

Aku nggak tau harus berkata apa padanya, tapi yang jelas aku masih kurang mengerti dengan apa yang diucapkan Yama.

“dia.. dia cemburu pada kita Otsu-chan.” Kata Yama dengan tiba-tiba.

………..

-DIA CEMBURU PADA KITA-

Haafh, aku bingung dengan kata-kata Yama tadi siang, cemburu?? Apa Kei menyukaiku?? Tapi itu sangat tidak mungkin, karena kan yang membuat janji agar diantara kami tidak akan ada yang berpacaran satu sama lain, sangat tidak mungkin jika dia melanggar janjinya sendiri,karena Kei adalh orang yang sangat menghargai janji. Gumamku. Sesekali aku keluar beranda kamarku, dan melihat kamarnya dan lampunya sudah padam, nggak biasanya baru jam 20.30 sudah padam, baisanya Kei pukul 22.00 baaru tidur,. Aku bingung dengan ini semua, Ryo-kun mengatakannya kepadaku, bahwa Kei akan balik lagi sikapnya seperti dulu, dan kata-kata Yama –DIA CEMBURU PADA KITA- ditambah dengan sikap Kei yang seperti itu, apa maksud dari ini semua?? Aku benar-benar bingung. Aku lalu menghempaskan tubuhku dikasurku yang empuk.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku bangun, karena semalaman tak dapat tidur memikirkan ini semua. Aku menunggu Kei didepan rumahnya, saat dia keluar dan bersiap menaiki sepedanya. Saat melihatku dia berhenti sejenak dan lalu mengayuh sepedanya hingga didepanku, dan dia tak kubiarkan lewat, aku menghadangnya. Dan menanyakan ada apa dengan dia selama ini ?? sudah 2 minggu dia bersikap seperti ini. Tapi dia tetap tak menggubris pertanyaanku. Dia malah menolehkan wajahnya kearah lain.

“Kei-chan” kataku dengan tegas.

“HEY, DAPATKAH KAU TAK MEMANGGILKU DENGAN SEBUTAN CHAN??”teriak Kei padaku. Ttak seperti biasanya dia begitu, malahan dia tak pernah berteriak dengan ekspresi marah seperti itu, aku rasa ini semua kesalahanku tapi aku tak tau kesalahanku sendiri padanya apa.

“KEI-KUN”t tiab-tiba terdengar teriakan seseorang dibelakangku dan itu sangat kuhapal, aku menoleh kebelakang. Dan ternyata benar itu adalah Yama.

“oh, kau” kata Kei dengan ekspresi seperti meremehkan itu.

“hentikan sikap kekanak-kanakanmu yang seperti ini.” Balas Yama lalu mendekat kesampingku.

“kekanak-kanakan kau bilang?? Hei, siapa yang kekanak-kanakan?? Dengar yah, sikapku bias saja tuh”

“iya kah?? Sikap seperti ini dibilang biasa?? Menjauhi sahabatmu sendiri tanap memberitahukan kepadanya kenapa kau bersikap begitu??” kata Yama, dengan merangkulku. Aku tak tau apa yang sebenarnya yang mereka berdua ucapkan, aku benar-benar bingung sekali.

“heah, dengar yah, tanpa aku beritahupun nanti dia juga akan tau.”

“chotto, kalian berdua ngomongin masalah apa sih??” tanyaku melepas rangkulan Yama.

“dengar Otsu, sebenarnya yang membuat Kei bersikap seperti ini karena kau” kata Yama dengan tegas.

“hagh?? Karena aku??” tanyaku bingung dan kaget sekali, apa maksud dari semua ini. Dan aku melihat Kei, tapi kei memalingkan wajahnya dan tak menjawabnya.

“iya, otsu-chan” tiba-tiba dari belakang kami Ryotaro muncul.

“chotto, aku ingin kjalian semua menjelaskan ada apa sebenarnya??”

“kau ingin tau kejelasannya??” Tanya Ryo.

Aku mengangguk.

“kei, katakanlah, didepan kami semua,” kata Ryo-chan.

“ok, jujur aku bersikap begini akrena kau Otsu-chan, kau menyukai Yama, dan ditambah sekarang kau jadian dengannya, apa kau tau betapa sakitnya jika aku melihatmu berdua dengannya, aku nggak ingin kau terlalu dekat dengannya. Walaupun gadis yang selama ini Yama tunggu ternyata adalah kau. Aku senang karena dia menemukan gadis yang selama ini dia tunggu, tapi disatu sisi aku juga kurang senang dengan hubungan kalian, kau tau kenapa?? Karena aku menyukaimu, sejak kecil aku menyukaimu” jawab Kei panjang lebar dan dengan tegas itu.

Aku hanya terdiam mendengarnya, aku bingung apa yang harus kukatakan, kenapa janji yang dibuatnya justru malah berbalik padanya?? Jadi selama ini dia melindungiku bukan hanya sebatas sahabat?? Melainkan juga karena dia menyukaiku?? Sebenarnya aku suka dengan Kei,tapi aku tak tau perasaanku ini menyukai dia sebagai apa?? Jika dia dekat dengan gadis lainpun aku juga kurang senang, aku nggak ingin dia tebar pesona dengan yang lain, dan terlalu denkat dengan gadis lain kecuali aku, aku ingin dia hanya peduli padaku, itu saja tapi aku tak tau perasaanku yang seperti itu dapat dibilang menyukainya atau bukan.

“sudahlah Otsu-chan, lebih baik kau jujur saja kalau kau juga menyukainya.” Kata Yama tiba-tiba diiringi senyumnya yang kawaii itu padaku.

“iya, bukankah kau juga menyukai Kei, Otsu-chan??” kata Ryo menambahkan.

“hagh?? Kau menyukaiku??” Tanya kei kaget.

“hmm, aku nggak tau maksud dari ini smeua, dan soal aku menyukaimu pun aku nggat tau, aku juga kurang senang jika kau terlalu dekat dengan gadis yang lain. Tapi aku kan sudah jadian dengan Yama dan aku menyukainya.”

“kau hanya mengagumiku Otsu-chan, aku tau itu, rasa seseorang yang menyukai itu berbeda, jika kau jalan padaku rasanya kau selalu saja menceritakan tentag Kei, dan pandanganmu padaku serta Keipun berbeda walaupun kau pacarku tapi aku merasakan itu, sangat berbeda sikpamu kepadaku dan kepada Kei”

“t-tapi”

“apa lagi Otsu-chan?? Kau menyukainya juga kan?? Sudahlah kalian itu sudah ditakdirkan untuk bersama, jadi sekarang nggak aka nada lagi kesalahpahaman diantara kalian kan?? Dan tak ada yang saling menjauhi” kata Ryo memotong.

Aku hanya tersenyum, dan sepertinya mereka benar, aku menyukai Kei dan aku mengangguk, aku tersenyum padanya tapi dia langsung berteriak.

“YATTA,nggak sia-sia aku bersikap begini selama 2 minggu, lelah sekali” teriak Kei dengan tiba-tiba.

“apa?? Nggak sia-sia katamu??” tanyaku bingung.

“un, betul sdkali Kei-kun, nggak sia-sia yah, kita bersandiwara seperti ini, sangat melelahkan” tambah Yama.

“what?? Oooh, jadi selama ini kalian bersikap begini hanay bersandiwara??” tanyaku dengam agak kesal.

“heheh, iyya habisnya kau nggak mau mengakui sih, jika kau menyukai Kei.” Jawab Ryu.

Kei dan Yama saling pandang dan tersenyum meledekiku.

“ooh, jadi hanya untuk aku jujur pada perasaanku sendiri yah??”

“wuah,, kowaii yo Yama-kun” kata Kei dengan manja.

“btw, kalian kenapa bisa sadar jika kau menyukainya?? Aku sendiri tak menyadari itu.”

“yah, dengan sikapmu itu, kau selalu menceritakan tentang Kei padaku, walaupun kita lagi kenca, juga pada Ryo, jika kalian ngobrol berdua. Juga dari gerak-gerikmu yang selalu menghawatirkannya”

“hagh?? Kalian menyelidikiku yah??” tanyaku dengan menipiskam mataku.

“ups, kalau Otsu marah bahaya loh” goda Kei.

“KEI”

“hahahaha”

Yah, ternyata perasaan mengagumi seseorang dan mencintai seseorang itu berbeda iya, mencintai seseorang pasti tak akan kita sadari sebelumnya tapi jika mengagumi, itu sangat kita rasakan saat melihat orang yag kita kagumi itu, rasanay jika melihatnya dari jauh sanagt senang tapi jika sudah bersamanya rasanya sangat berbeda, dan perasaan dekat dengan seseorang sewaktu kecil itu juga sangat erat, nggak dapat disangka jika memilik sahabat lawan jenis kita, dapat menjadi suatu hubungan yang hanya kita yang rasakan keindahan dari hubungan kita itu, jadi jangan sia-siakan jika kalian memiliki sahabat yang berbeda lawan jenis, karena bisa jadi dialah jodoh kita yang sudah ditakdirkan akan bersama dengan kita untuk selamanya. Karena hanya dia yang tau seluk beluk perilaku kita bagaimana, dan selalu ada disamping kita, itulah sahabat. Bukan hanya dengan lawan jenis tapi memiliki sahabta yang sama jenisnya juga, jangan samapi hubungan kita pecah hanya sesuatu hal yang sebenarnya nggak patut membuat hubungan persahabtan rusak.

Yah, akhirnya aku menemukan jodohku selama ini kucari. Walaupun dia buak seseorang yang perfect seperti Yama, tapi Kei adalah pria yang terbaik untukku dan kuharap kalian dapat sepertiku ,menemukan jodoh yang terbaik bagi kalian, ^^.